Akan kesalahan yang dibuat, dilakukannya
Sudah ku larang untuk bermain dengan rasa
Berniat mengecap pun jangan
Tapi hati seolah menantang, menerjang
Ambil rasa itu, bermainlah dengan manisnya
Kembali ku berdialog, beradu argumen
Namun katanya tak bisa ku sanggah :
"Kau bangun, Kau kecap rasa itu,
Tak perduli pahit, hambar , manis
Namun bermainlah Dengan tulus
Kapan lagi??
Apa kau sanggup mampus dihajar sepi??
Ini saatnya, Bung! "


0 komentar:
Posting Komentar