Sepertinya para komposer lagu yang ingin menciptakan syair yang mengandung kekaguman tentang negara Indonesia harus memikirkan niatnya lebih jauh lagi. Atau lebih tepatnya mereka harus mengurungkan niatnya. Indonesia tidak lagi seperti dulu. Tidak lagi. Apa yang menyebabkan Indonesia ini berubah. Hanya satu kemungkinan jawaban yang ada. Yaitu, sudah berkurangnya loyalitas warga negara terhadap negaranya itu.
Salah satu bukti konkret dari jawaban di atas ialah keluarnya sindiran dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida S Alisjahbana. Beliau menegaskan , bahwa birokrasi dan sumber daya manusia di negeri ini perlu ditingkatkan untuk modal peningkatan daya saing. Tambah Armida, laju pembangunan ekonomi berjalan lamban antara lain karena kinerja SDM dan birokrasi yang tidak mendukung. Tidak berkualitas. Sindiran birokrasi dan SDM ini jelas tertuju pada PNS.
Memutuskan memilih menjadi PNS jelas harus menjadi abdi masyarakat, bangsa, dan negara. Dan melayani nerupakan harga mati menjadi seorang abdi. Bisa dilihat dari pegawai-pegawai yang bekerja di bidang jasa, seperti perhotelan, maskapai penerbangan, dan termasuk pegawai-pegawai biro di setiap universitas.
Disinilah letak loyalitas yang sudah berkurang itu. Tak ada lagi kesetiaan menjadi abdi negara bagi PNS. Bagaimana bisa dibilang setia, jika pegawai kelurahan tak siap melayani warga yang ingin memperpanjang KTP dan bahkan cenderung mempersulit. Sehingga rasa saling menghargai tidak muncul di antara mereka. Bagaimana bisa dibilang setia, jika pada jam kerja para pegawai “ngeluyur” main ke pusat kota. Sehingga menimbulkan citra buruk di mata masyarakat. Bagaimana bisa dibilang bersifat loyal, jika ketika mahasiswa datang dengan suatu urusan ke biro tapi malah ditanggapi dengan hardikan (pengalaman). Sehingga tidak tercipta sinergis yang harmonis diantara penikmat jasa dan pemberi jasa.
Kasarnya, PNS tak bisa lain menjadi pelayan. Melayani setiap warga yang memerlukan jasa mereka. Untuk diketahui saja, pemerintah Indonesia bisa menaikkan gaji, bonus, dan renumerisasi bagi PNS karena dana tersebut diperoleh dari ketaatan warga membayar pajak.
Namun, itu semua kembali lagi pada SDM-nya itu sendiri. Juga masih banyak kita lihat para pegawai negeri yang berkinerja baik. Jika tidak, pasti seluruh instansi perusahaan akan berjalan kacau. seperti di kantor kelurahan ataupun di kantor-kantor biro di universitas.
Namun, itu semua kembali lagi pada SDM-nya itu sendiri. Juga masih banyak kita lihat para pegawai negeri yang berkinerja baik. Jika tidak, pasti seluruh instansi perusahaan akan berjalan kacau. seperti di kantor kelurahan ataupun di kantor-kantor biro di universitas.
Untuk itu, di era yang penuh dengan persaingan usaha ini, sikap melayani merupakan suatu kunci sukses yang melegenda yang bisa membuat berhasil. Tanpa sikap melayani yang baik dan loyal, jelas bangsa dan negara ini akan tertinggal. Untuk meningkatkannya, tak apa membuat sistem reward and punishment yang harus diterapkan secara serius dan diberlakukan kepada pemimpin paling tinggi sampai pegawai paling rendah, sehingga tercapai birokrasi dan SDM yang siap melayani. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi??(rangsikumbang/maret2011)
sumber referensi : Kompas.
sumber referensi : Kompas.
0 komentar:
Posting Komentar