Musim wisuda sudah menyapa. Para mahasiswa yang lulus pun disibukkan dengan mempersiapkan syarat kelulusan yang bejibun banyaknya dan ditambah dengan persiapan acara gladiresik yang diadakan sebelum hari H. Ada yang menanggapi dengan bahagia disertai senyum mengembang penuh bangga, namun tak sedikit pula yang menanggapinya dengan rasa sesal dan malu. Bangga karena bisa menamatkan studi-nya tepat waktu dengan nilai memuaskan. Sesal dan malu karena meratapi keadaan diri yang belum lulus dan umur yang semakin “tua”. Namun, itu tergantung pada diri masing-masing mahasiswa yang menjalaninya. Tapi, lulus kuliah ataupun tidak, sekarang tidak lagi menjadi persoalan yang genting, asal ke depannya bisa sukses. Daripada kuliah tidak lulus ditambah masa depan buram kelam. Ikutilah idiom seperti ini : “vini,vidi,vici” (saya datang, saya bermain, saya menang), dan jangan menjadi seperti ini : “vini, vidi, gedubraaak” (saya datang, saya bermain, namun akhirnya gedubraaak, dan gagal).
Memang sudah menjadi persepsi umum bahwa nasib orang kedepannya siapa yang tahu, seperti yang dialami penulis ketika berbincang dengan sang ayah : “ taserah angku kok ka masuak kuliah apo, asa lai ka sukses bsuaknyo.” Di situlah penulis mulai berpikir bahwa tak perduli pendidikan seperti apapun, asal bisa serius dan memiliki tekad bulat pasti bisa berhasil ke depannya.
Dari kata-kata sang ayah itu, penulis bisa menarik kesimpulan bahwa tak tergantung pada jenjang pendidikan untuk meraih sukses. Tapi, jika kita sudah memilih untuk meraih kesuksesan melalui jenjang akademik, ya seperti penulis bilang tadi, harus bisa serius dan memiliki tekad yang bulat dalam menjalaninya.
Tapi, hal yang berkebalikan sering terjadi. Bisa dilihat dari masih banyaknya mahasiswa yang kurang bahkan tidak serius dalam menghadapi kuliah. Entah karena tidak merasa cocok dengan jurusan yang dimasuki atau pengaruh eksternal lingkungan yang bersifat negatif. Atau memang merasa “terpaksa” untuk kuliah.
Inilah yang perlu dipahami oleh para orang tua dan calon-calon mahasiswa. Pertama, teruntuk para orang tua, masih banyak orang tua yang masih memaksakan “titel” pada anaknya. “kamu harus bertitel Dr.”, “ kamu harus menjadi seorang SE.”, dan lain sebagainya. Bagi anak yang bisa tegas terhadap keputusan masa depannya tentu pasti bisa menyanggah keputusan orangtuanya tersebut. Lagi pula, tak baik memaksakan suatu kehendak pada orang lain, apalagi pada anak. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada masa depannya.
Kedua, untuk para calon mahasiswa, tetapkan pilihan mulai dari sekarang. Universitas mana yang mau kalian masuki, jurusan apa yang kalian kehendaki, dsb. Itu bisa menjadi motivasi untuk sukses terhadap diri kalian. Dan jika sudah berhasil memasuki dunia pekuliahan, keseriusan dan keuletan harus digencar-gencarkan agar tidak menyesal di tengah jalan. Seperti, jika keseriusan sudah berkurang pada masa-masa kuliah, kegagalan pun akan menghampiri. Bisa saja nilai-nilai kuliah menurun atau lebih buruk lagi, kuliah gagal dan putus ditengah jalan.
Pada akhirnya, keseriusan dan kebulatan niat merupakan pondasi utama dalam kesuksesan. Sehingga kita bisa mencapai vini,vidi,vici dalam hidup. Dan tidak memakai idiom vini,vidi,gedubraak dalam kehidupan kita. SEMANGAT MAHASISWA!! (rangsikumbang/maret2011).


0 komentar:
Posting Komentar