Malu, Sifat Yang Bisa Membunuh Sombong.

Malu...
Memang kata ini sudah lama tertulis di kamus otak manusia. Tapi, apakah semua manusia sudah menyadari apa makna tersembunyi dalam kata "malu" tersebut?


Percaya atau tidak, kata malu sangat mujarab untuk menghindari sifat sombong. Di zaman global seperti saat ini, sifat sombong dan angkuh sudah menjadi salah satu sifat alamiah manusia, selain rasa marah dan lapar tentunya. Berdasarkan yang penulis amati, seorang "bani adam" memulai rasa sombong ketika akal dan pikirannya sudah dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat duniawi. 


Kelebihan akan keadaan ekonomi, status sosial,  rupa dan raga, harta dan fasilitas, jabatan, itu semua yang mendorong embrio rasa sombong mulai mengendap dalam diri manusia. 


Memang, tidak bisa dipungkiri bahwa semua manusia ingin memperoleh hal-hal tersebut. Tapi, inilah yang sangat disayangkan. Ketika manusia sudah berhasil mencapai semua itu, embrio sombong itu tumbuh menjadi besar, meskipun ada sebagian besar manusia yang tidak sombong karenanya.


Disinilah berperan rasa malu tersebut. Gunakanlah rasa malu untuk meredam kesombongan.
Rasa sombong biasanya tumbuh ketika manusia merasa semua kelebihan yang mereka dapatkan adalah hasil dari diri mereka sepenuhnya.




Malu lah. Semua yang kita sombongkan itu tidak milik kita sepenuhnya. Semua kelebihan kita itu datang dari Sang Maha Pemberi.


Bagaimana bisa sombong jika kita merasa kelebihan yang kita dapatkan merupakan pemberian. Sudah sepantasnya kita malu dengan semua pemberian tersebut, karena itu semua tidak milik kita.


Semoga setelah membaca tulisan ini, penulis berharap para sobat bisa lebih baik ke depannya. Di akhir cerita, penulis ingin mengutip satu firman-NYA, "Allah benci pada manusia yang berjalan dengan angkuh(sombong) di atas dunia."

0 komentar:

Posting Komentar